Lembaga Dakwah dan Pengkajian Islam Universitas Abdurrab

feature image

TANDA TANDA ORANG YANG BANGKRUT (Bag 1)

Jamaah jumah yang diberkahi Allah.

Bulan Syawal telah pergi meninggalkan kita, banyak keindahan yang ia sampaikan kepada kita, ia hadiahkan kemenangan bagi kita yang telah  menjalankan ibadah bulan Ramadhan, ia berikan kepada kita ibadah yang sama dengan ibadah puasa satu tahun, sesuai dengan apa yang disabdakan rasulullah saw.  “Dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “ Bagisiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah].”

 Bulan syawal juga merupakan bulan kemenangan bagi segenap Hamba Allah yang tuntas ibadahnya dibulan Ramadhan, inilah yang menjadi perbedaan antara hari raya dan hari kemenangan, setiap orang mungkin merayakan hari raya di bulan Syawal, namun tidak semua orang mendapatkan kemenangan dibulan tersebut.

Adakah orang yang abngkrut disaat manusia yang lain memperolah keuntungan dan merayakan kemenangan? Adakah orang yang menjalani kerugian padahal ia mengingingakan kemenangan? Adakah orang yang merasa menang padahal sesunggunya ia adalah orang yang bangkrut dan merugi?

Dan ternyata al-Quran paham betul bahwa tidak ada manusia yang menginginkan kerugian, sehingga al-Quran hadir untuk membimbing segenap Hamba agar tidak termasuk golongan orang-orang yang  bangkrut dan merugi sesuai dengan ciri-ciri yang telah disampaikan al-Quran diantaranya:

  1. Tujuan bekerja hanya kenikmatan dunia. (QS. An- nisa ayat 134)

“Bagi siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”

Hamba yang menjalani aktifitas dalam kehidupan ini tentu ada maksud dan tujuan, tidaklah berkatifitas seseorang makhluk hidup, kecuali ia memliki maksud dan tujuan, Beragamnya maksud dan tujuan itu merupakan nilai dari dirinya. Ada diantara manusia yang beraktifitas hanya ingin mengharap popularitas, ada yang berkerja menginginkan kaya dengan prasangka jika udah kaya maka mudah untuk beribadah, ada yang berkaktifitas hanya ingin memperindah diri dan penampilan, mengharap pujian dan sanjungan.

Dan al-Quran memberikan kita bimbingan agar beraktifitas dangan tujuan kebahagian akhirat. Inilah pribadi yang mulia karena yang menjadi tujuannya adalah mulia. Bacalah firman Allah azza wa jalla, dalam surah hud Ayat 15-16. Bahwa aktifitas yang bertujuan dunia hanya melahirkan kesengsaraan.

  1. Lemah jiwa dan mentalnya

Jamaah sholat jumah yang dicintai Allah.

Orang- orang yang dinina bobokan oleh kenyamanan zaman, adalah ciri-ciri orang yang bangkrut. Ia bersekolah namun tidak siap menjalani kesusahan dalam belajar, sikap tegas dan kasih sayang seorang guru selalu dipandang dengan keburukan dan penindasan, sehingga tidak sedikit saat ini para orang tua menjadi orang tua yang “alay” berlagak sok mencintai anak namun justru memasukkan anak kearena yang nyaman yang akan membius habis ketahanan mentalnya, tidak menerima rasa sakit dan susah yang diberikan oleh sang guru kepada anaknya. Renungkanlah ungkapan hikmah imam asy-Syafii berikut:

 

“ Siapa yang tidak siap menjalani susahnya dalam menuntut ilmu, sugguh ia akan terbelnggu pada kebodohan seumur hidupnya”

Begitu juga orang-orang yang tidak siap berkorban untuk mengharumkan agama dan mensejahterakan bangsanya, hanya berfikir kebehagian hidupnya, tidak bersusah payah untuk memilih pemimpin didaerahnya, tidak tertarik membangkitkan perekonomian negrinya, tidak terpanggil untuk berbagi dengan sesamanya, meresa nyaman dengan apa yang ia miliki, inilah jiwa yang lemah yang lari dari tuntunan Allah azza wa jalla.

Allah azza wajalla telah menyampaikan kepada kita betapa bangkrutnya orang-orang yang lari dari tuntunan kehidupannya untuk mencapai kesejahteraan bersama, hal ini dibadikan dalam al-Quran surah al-Maidah ayat 21.

“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi”

 

Hadirin jamaah sholat jumah yang rahmti  Allah:

  1. Berteman dengan orang yang melalaikan dari kebaikan.

Inilah ciri manusia yang bangkrut, ia menjalani hari-harinya dengan teman yang tidak membuatnya jauh lebih baik justru menjadikan ia manusia yang lalai dan semakin jauh dari kenikmatan kebaikan.

Memang kita tidak pantas menyalahkan orang lain dalam hasil sikap diri yang dimiliki tapi sadarkah kita bahwa teman memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk peribadi kita, inilah yang telah disabdakan Rasulullah shalallahu alahi wassalam:

“Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman” (HR. Abu Daud)

Sabda Rasulullah ini memastikan kepada kita bahwa teman dapat mempengaruhi cara beragama, bersiafat dan menjalani kehidupan keseharian”

 

Inilah permintaas Nabi musa as. Kepada Allah swt. Dalam surah Thoha Ayat 30-34.

“dan jadikanlah untukku seorang pembantu (Sahabat) dari keluargaku,(yaitu) Harun, saudaraku,  teguhkanlah kekuatanku dengan adanya dia, dan jadikankanlah dia sekutudalam urusanku,  agar Kami banyak bertasbih kepada-Mu, dan banyak mengingat-Mu”

Inilah fungsi sahabat sesungguhnya, keberadaannya akan membuat kita dekat dengan Allah karena dengan kedekatan pada Allah ada kenikmatan hidup.

Carilah lokasi pendidikan yang nyaman untuk melakukan kebaikan, tinggal dan belajarlah di lingkungan yang membuat kita menemukan sahabat sahabat surga. Agar tidak termasuk orang-orang yang bangkrut.

 

Allhu ala Wa Alam.


Tentang Penulis

author

H Mhd Arif Billah Lc M.H.I, kini aktif sebagai Ketua LPDI (lembaga Dakwah & Pengkajian Islam) Universitas Abdurrab. Ustad Arif Billah juga tercatat sebagai dosen pengampu mata kuliah Al Islam di hampir semua Fakultas yang ada di UNIVRAB. Selain mengaktifkan kegiatan keislaman di kampus, ia juga aktif bersyiar agama di Pekanbaru

Artikel Terkait

Komentar