Lembaga Dakwah dan Pengkajian Islam Universitas Abdurrab

feature image

Islam dan Penggusuran, Urgensi Kepemimpinan Islam

Pembaca yang berbahagia,

Sebagai warga Negara yang legal di indonesia ini, tentu memiliki kewajiban untuk hidup bahagia, nyaman dan menyenangkan. Selain ia juga dituntut untuk memenuhi kewajiban kepada Negara dan Daerah, namun juga ia berhak mendapat perlindungan dan kesejahteraan di daerah dan tempat ia tinggal.

Pemimpin dalam sejarah dan syariat islam juga di wajibkan ada untuk melindungi dan mensejahterakan rakyat, karena mensejahterakan rakyat itu wajib, sesuai dengan kaidah fikih.

 

"Jika tidak terlaksana kewajiban kecuali dengan perantara, maka perantara itu menjadi wajib", seperti wudhu’, dasar hukum wudhu’ adalah sunnah, namun ketika hendak sholat wudhu’ menjadi wajib, karena tidak sah sholat tanpa berwudhu’

Jadi jelas, memilih pemimpin itu menjadi wajib karena diharapkan pemimpin dapat melaksanakan tugas tersebut. Dan Inilah sejatinya pemimpin itu, ia ada untuk melindungi rakyat bukan menyengsarakan rakyat, apa lagi menghilangkan tempat tinggal dengan paksa (pengggusuran) karena ini jelas kejahatan pada manusia ?

Undang-undang tahun 2012 nomor 2 jelas mengajarkan bagaimana proses penggusuran yang santun dan tegas. Dan jika itu dilanggar ini juga jelas merupakan kezholiman yang nyata. Dan penghinaan terhadap Negara. Jika kita bertanya apa yang harus dijadikan standar untuk memilih pemimpin, agar tercapai maksud dan tujuan hidup rakyat? Jawabannya adalah pemimpin yang paham Islam.

 

Belajarlah dari bagaimana kepemimpinan ‘Amru bin ash ra, yang ia meminta kepada kakek-kakek yahudi untuk pindah dari tempat tinggalnya yang saat itu memang tidak layak huni lagi, untuk perluasan masjid, dan akan diganti dengan tempat yang lebih layak huni, namun kakek tua yahudi tersebut menolak, dan melaporkan hal ini kepada Khalifah Umar bin Khatab ra. Khalifah Umar bin Khatab memberikan kepada kakek Yahudi tersebut tulang putih dengan digaris lurus kepada pada tulang tersebut, begitu diterima oleh ‘amru bin ash titipan Khalifah Umar bin Khatab, sepontan bergetar seluruh badannya, pucat wajahnya, air matanyapun keluar, kakek yahudi heran, mengapa sosok yang begitu tegas, berbadan tegap mampu mengeluarkan air mata hanya karena melihat pesan Khalifah Umar bin Khatab melalui sebuah tulang, dan ternyata melalui garis yang ada pada tulang tersebut tercantum pesan mewajibkan kepada ‘Amru bin Ash untuk berlaku adil kepada siapapun.

Akhirnya ‘Amru bin Ash mengurungkan keinginannya untuk menggusur dengan santun kakek yahudi tersebut. Inilah teladan bagi kita, bahwa pemimpin yang berani dan tegas dalam Islam, bukanlah pemimpin yang bersuara keras, selalu menuding kesalahan orang lain, suka berkata kotor ataupun menggusur dengan paksa. Namun ketegasan dan keberanian dalam kaidah kepemimpinan Islam adalah seberapa takut ia berbuat zholim dan menyakiti rakyatnya. Karena rakyat adalah Manusia.


Tentang Penulis

author

H Mhd Arif Billah Lc M.H.I, kini aktif sebagai Ketua LPDI (lembaga Dakwah & Pengkajian Islam) Universitas Abdurrab. Ustad Arif Billah juga tercatat sebagai dosen pengampu mata kuliah Al Islam di hampir semua Fakultas yang ada di UNIVRAB. Selain mengaktifkan kegiatan keislaman di kampus, ia juga aktif bersyiar agama di Pekanbaru

Artikel Terkait

Komentar